Kelana

Gadis Penjaja Kata

Image

Tahu apa yang kulihat di cermin?

Ibuku.

Apa sih yang biasa dikeluhkan anak berusia 14 tahun? Kurang perhatian? Atau kelebihan perhatian?

Yang pasti, aku tidak pernah merasakan hal yang pertama.

Memang aku tumbuh tanpa ayah. Tapi sosok Ibu, lebih dari cukup untuk membesarkanku.

Konon, jantung Ibu berhenti berdetak selama 12 detik, ketika ia berjuang melahirkanku.

17 September 2000, pukul 20.00.

Jantung seorang Maya Sekar berhenti.

Dia mati.

Di detik ke-13, Maya Sekar terbangun dengan satu tarikan napas yang rakus. Seakan ia takut jika tidak dihirup lekas-lekas, oksigen di sekelilingnya akan menguap jadi ruang hampa.

Detik ke-14, samar-samar di belakang, terdengar tangisanku. Keras. Mereka bilang itu tangis bahagia.

Siapa bilang? Mungkin saja itu tanda duka karena akhirnya hari itu, aku resmi jadi manusia.

Jadi ibu tunggal di usia muda, ditinggal suami tanpa harta, dipandang sebelah mata oleh para kerabat.

Itu bukan apa-apa.

Kurasa yang terberat baginya, ialah fakta bahwa…

View original post 543 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s