Jingga di Balik Wajah Ibu

nengayuu

“If you do not tell the truth about yourself you cannot tell it about other people” – Virginia Woolf

Namaku Jingga, sudah dua tahun berprofesi sebagai penari di sebuah klub malam. Sebenarnya cita-citaku datang ke ibukota bukanlah untuk menjadi penari seperti ini. Awalnya aku diajak teman sekampungku si Ratih untuk menjadi gadis pramuniaga di salah satu konter ponsel salah satu pusat perbelanjaan di daerah Jakarta Selatan. Siapa yang mengira disuatu sore datanglah seorang Pemuda ke konterku yang menawari pekerjaan dengan gaji yang cukup fantastis untuk seorang lulusan SMP sepertiku. Di sinilah aku, berlenggak lenggok menghibur pengunjung.

Aku tidak tahu gerangan apa yang paling membuatku sanggup menjadi penari. Ketika dulu aku pernah berlama-lama duduk dan mengkhayalkan masa depanku di bangku konter ponsel, tidak pernah terlintas bahwa aku akan memilih menjadi penari klub malam. Sekarang, aku melewati tiap malamku di klub sambil berharap pagi terang lekas tiba. Bukannya aku letih melenggokkan badanku…

View original post 1,130 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s