Bagaimana Memahami

Iit Sibarani | Akar Pikiran

aku yang tak memahami
bagaimana menari tanpa perlu menusuk diri
menangis tanpa perlu bersedih
memeluk tanpa perlu menyakiti

sebab lentera sudah dipadamkan
di dadamu, dimakamkan
dan aku menertawakan
kematian

di hari kesekian, aku memaki diri
menyelimuti hari dengan banyak nyeri
melupa bagaimana mencari
keresahanmu di tubuhku sendiri
yang kaulukis sesuka hati

di sini keputusan akhir
sebab arti tak lagi hadir
warna yang kemarin hari langit ukir
perlahan kini menyingkir
menjadi buih di selokan takdir

dan aku tetap tak memahami
meragu dan bersembunyi
mempertanyakan daun yang gugur sebelum bersemi
atau bagaimana menikmati sisa hujan di bulan juli
tanpa mimpi

View original post

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s