Aku

Setelah perjalanan yang masih terbilang sebentar, aku memulai rumah yang baru. Rumah yang di sana aku menuangkan tulisan dan bingkai foto.

Rumah itu memiliki dua bilik istimewa.

Rumah pertama, kuberi nama Lampu Merah.

Di sana tersaji fotoku tentang rumahku berada, bumiku berpijak. Dipenggal dengan barisan sajak merajut memori. Sebuah bilik yang dari sana terlahir perjalanan berikutnya yang lebih berbeda.

Rumah kedua, kuberi nama Penikmat Isyarat.

Di sana teruntai pendek-pendek tentang caraku menikmati karya sastra para nama besar. Di sana aku mencoba membaca penggalan-penggalan isyarat dari karya tak biasa, karya tak sempurna, dan karya tak terdua.

Aku adalah Lampu Merah.

Aku adalah Penikmat Isyarat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s